Kamis, 30 Maret 2017

FOLLOWERS INSTAGRAM GRATIS


Hai blogger, selamat datang

Kali ini aku mau bagi-bagi link Followers Aktif gratis
Selain followers gratis, didalamnya ada aplikasi like & comment secara gratis

“Work nggak kak?” Work kok aku sendiri yang udah coba aplikasinya ^_^
Syaratnya gampang kok :

1.      Cukup follow instagram @adeliaamr1
2.        Share postingan aku di blogger adeliaamara.blogspot.co.id bahwa aku lagi bagi-bagi followers secara gratis.
3.   Kirim bukti melalui line @ttc0044m (pakai @)
4.     Link langsung dikirim.
 
Tidak melakukan Rules diatas ? Link tidak akan dikirim


Kamis, 16 Maret 2017

Vsco Fullpack (app berbayar)



Fullpackin email vsco cuma Rp 10.000 via pulsa/bank.
Keuntungan punya email fullpack sendiri :

* kalian bisa ganti password sesuka kalian karena akun itu milik kamu pribadi
*vsco kamu jadi fullpack
*jika vsco terdelete, hp ke reset, atau hp ilang kamu masih bisa fullpackin vsco mu pakai email fullpack , jadi nggak perlu beli lagi

Kapan lagi kalian punya akun email fulpack cuma dengan Rp 10.000 (fullpack permanen, filter gk akan ilang)
info lanjut add line : @ttc0044m (pakai @)

Minggu, 20 Maret 2016

cerita realita remaja Part I



Cerita Realita Remaja

Tahap pengenalan tokoh

Sari    : Baik tapi bukan cewe setia alias tukang ganti pasangan
Desi   : Baik, tipe cewe yang Setia pada pasangannya, sabar.
Riski   : Pemarah, gampang cemburu, dan suka ngatur
Arif    : Terlalu baik hingga gampang dimanfaatkan, setia, dan telmi, sedikit nakal.

Judul  : kesabaran menuai berkah, karena cintalah aku berubah.

          Pasti pada tau kan gimana anak remaja jaman sekarang? Remaja yang berbeda kehidupan tidak seperti jaman remaja dahulu. Langkah awal mulanya sicewe tersebut sama sekali tidak pernah merasa bahwa ia mencintai cowo yang dimaksud tersebut. Nah bisa saya ceritakan secara rinci awal perkenalannya sicewe dan sicowo tersebut.
Alkisah Ada 2 seorang sahabat perempuan, dan 2 sahabat laki laki yang keduanya tersebut sudah mengenal sejak kecil.  2 orang sahabat perempuan tersebut namanya Sari dan Desi. Dan 2 sahabat laki laki itu bernama  risky dan Arif.
Awal mulanya 2 orang sahabat perempuan dan 2 orang sahabat laki laki itu tidak saling mengenal satu sama lain, pengenalan itu terjadi di media social. Siapa sih yang gatau media social/ jejaring social yang biasa diakses oleh semua kalangan remaja bukan hanya kalangan remaja saja yang bisa mengaksesnya bahkan sudah mendunia mulai dari usia remaja maupun dewasa.
Nah dari jejaring social media tersebut Sari dan risky berkenalan dan menjelang proses yang sering disebut PDKT itu loh. Makin lama ternyata mereka sudah menjalin kasih, sekiranya 2 bulan lamanya. Pasangan tersebut terhalang oleh jarak makanya mereka berkomunikasi hanya melalui via telephone saja. Seiring berjalannya waktu karna telephone menjadi kebiasaan pasangan mereka berdua, dan pada akhirnya si risky mengajak temannya untuk bermain kerumahnya. Tiba tiba si risky menelpon pacarnya yang bernama sari (berbicara lamanya) “selang beberapa jam kemudian datanglah temannya Sari tersebut (dalam keadaan masih telephone dan masih ada temannya).

“sari pun berkata kepada desi”

Sari    : Des bentar nih tolong pegangin hp gue dong bentar, gue mau ketoilet dulu. Kalo mau
telephone’nan sama cowo gue gpp, bilang aja gue lagi ketoilet
Desi   : oke.

Sari pun pergi meninggalkan desi.

Desi   : hallo.
Risky : iya hallo.
Desi   : ini gue temennya sari, sarinya lagi ketoilet bentar.
Risky : “berbicara pada temannya” rif lu aja nih yang ngomong, gua mau makan dulu laper.
Arif    : itu siapa gue aja gakenal.
Risky : ya kenalan lah! “nada tinggi”
Desi   : Hallo, ada orang disana?”

Risky bergegas meninggalkan arif
Kemudian Desi berbicara.
Hari pertama mereka berbicara dan berkenalan lewat telepon

Desi   : hallo, tidak ada yang menjawab?
Arif    : iya?

Arif disini sebagai cowo yang pendiam dan bisa dibilang cowo irit kalau untuk berbicara dengan lawan jenisnya

Desi   : Loh kok suaranya beda? Ini Risky bukan?
Arif    : bukan, gue arif temannya risky. Risky nya lagi makan
Desi   : Oh bilang dong dari tadi, btw lo temennya Risky darimana?
Arif    : gue temennya satu sekolah, lo sendiri.
Desi   : oh kalau gue bukan, Sari temen gue sejak kecil. Ini gue pulang sekolah sempet sempetin dulu
           Buat mampir kerumah Sari. Oh yaudah nih sari udah ada disebelah gue hpnya mau gue kembaliin.
Arif    : yaudah.

Kemudian Sari dan Risky pun lanjut untuk berbicara.

Hari Kedua
Risky segera menelpon sari.

Risky  : Tut….tut….tut  (telepon terhubung)
Sari    : Hallo ky?
Risky  : Lagi apa cha? (cha : panggilan sayang risky untuk sari)
Sari    : baru aja pulang sekolah, lu sendiri?
Risky  : Lagi dijalan arah pulang, bentar ya cha gue lagi bawa motor. Ntar gue telpon lagi.
Sari    : oke. (telepon pun mati)

Risky pun berjalan menuju arah pulang, dan seketika dia bertemu dengan temannya yang bernama Arif.

Risky  : weh dari mana lo?
Arif    : baru balik sekolah nih.
Risky  : gue mau pulang kerumah dulu ya, lo mau ikut ga?
Arif    : boleh tuh.

Mereka berdua pun pergi menuju rumah Risky. (selang beberapa menit, tibalah dirumah Risky)

Risky  : ayo sini masuk.
Arif    : iya.
Risky  : langsung ke kamar atas aja ya, gue mau ganti baju dulu.
Arif    : siappppppp….!!!!

Karena arif adalah salah satu cowo yang pendiam dan irit berbicara kepada lawan jenis, arif berbicara pun hanya yang penting penting saja. Dan dia hanya ingin diajak berbicara bukan mengajak berbicara.

Untuk mempersingkat cerita Desi pun sudah mulai akrab dan sudah bercerita panjang dengan arif. Bercerita tentang kondisi hatinya yang sedang dilanda perasaan gelisah atau abg jaman sekarang sering menyebutnya  galau. Nah karena posisi desi disini adalah baru putus dengan kekasihnya, ia mencurahkan perasaan nya kepada si Arif tentang kegelisahan hatinya ini. Arif juga disini hampir sama dengan desi yakni jones jomblo ngeness, waah cocok kan. Mereka memberikan uneg-uneg dan saling memberikan solusi.  Makin lama kedekatan mereka seperti layaknya seseorang yang saling menyukai,  saling bertukar fb dan nomer telephone.

Hp desi pun bergetar

Desi             : nomer siapa ya ini? Kok nelfon?

Awalnya desi tidak ingin mengangkat telephone nya, karena nomer itu belum dikenal olehnya. Tetapi karena dia menelpon berkali-kali, desi pun mengangkatnya barang kali ada sesuatu hal yang penting.

Desi             : hallo, ini siapa? Ada perlu apa telephone?
Misterius      : ini gue yang minta nomor lo?
Desi             : siapa sih? Kasih tau dong jangan main rahasiaan gini
Misterius      : ini gue arif des, lo lagi apa?
Desi             : oh elo toh, gue fikir siapa. Gue lagi nonton tv aja nih. Lo sendiri?
Arif              : Gue sendiri lg duduk ajah des.

Lalu timbul lah keakraban Desi dan Arif yang berjalan sudah lama. Karena mereka saling curhat tentang pengalaman pribadi mereka masing masing lama kelamaan mereka merajut kasih, menganggap bahwa keduanya sudah saling cocok.
Awalnya Desi sempat tidak yakin dengan Arif, karena sebelumnya Arif sudah menceritakan tentang masalalunya yang dia cintai. Desi fikir bahwa Arif tidak akan pernah bisa untuk mencintai Desi, seiring berjalannya waktu fikiran buruk yang sudah difikirkan oleh Desi ternyata salah besar, Arif ternyata bisa mencintai Desi lebih dari Arif mencintai kekasihnya yang dulu.
Mereka pun menjalin cinta, namun hubungan mereka hanya bertahan sampai 2 bulan saja, tetapi mereka menjalin hubungan atas dasar cinta yakni bukan dengan cara pacaran tetapi mereka hanya melalui proses pendekatan tanpa status, memang sakit bertahan dititik yang tidak pasti tetapi sudah seharusnya pacaran itu dilarang oleh agama. Yang membuat mereka bertahan lama bukan karena pacaran tetapi mereka hanya dekat tanpa ada status, entah apa yang ada di fikiran arif yang tidak pernah mau mengajaknya memperbaiki hubungan yang sudah kandas.
          Setelah hampir 1 tahun lamanya Desi pun mulai berfikir untuk pergi meninggalkan arif karena dalam hati desi terselip kata “untuk apa aku bersamamu tanpa mempunyai status yang jelas? Jika semua orang menanyakan apa status kita? Aku jawab apa? Selama ini aku hanya memendam sendirian. Ingin meninggalkan tapi takut tidak ada yang sepertimu, tetap bertahan tetapi tidak mempunyai status yang jelas” alasan desi untuk bersamanya yaitukarena arif selalu ada saat ia membutuhkannya. Disaat orang tua desi mengalami kehancuran dan disaat desi terpuruk karena hal tersebut arif lah yang selalu setia menemaninya.
          Awalnya desi sempat merasa bahwa hidup ini tidak adil baginya karena ada percekcokan yang mengakibatkan orang tuanya untuk berpisah, desi sangat terpuruk atas kejadian itu. Desi sering menangis, dan terpukul atas kejadian tersebut, tetapi takdir allah tidak bisa dirubah dan apa boleh buat desi pun harus menjalani hari hari tanpa kasih sayang orang tua, tetapi desi sendiri karena ia masih mempunyai Arif dan sahabat terdekatnya. Merekalah yang selalu memberikan semangat setiap harinya

cerita realita remaja part II



Setahun lamanya Desi pun sudah tidak tinggal bersama ayahnya, desi pun sadar bahwa takdir Allah tidak ada yang bisa merubahnya. Dan desi pun berfikir untuk meninggal Arif entah apa yang ada dibenaknya hanya desi lah yang tahu. Desi pun sering bertanya pada dirinya:

“Sesungguhnya dia mencintaiku atau tidak tapi selama ini dia yang selalu ada bersamaku, jika aku meninggalkannya apa ada orang sepertinya? Ku rasa tidak.”

Pemikiran jahat pun datang : “Tinggalin ajalah dia mah bikin malu, bermodal enggak bikin malu mah iya. Ngeliatnya juga udah eneg duluan”

Sebelumnya desi dan arif memang sudah menjalin hubungan, tetapi Desi lah yang pergi meninggalkan. Desi pergi meninggalkan arif dengan alasan bukan karna dia bosan atau mempunyai pasangan baru tapi desi sadar bahwa dia bukanlah perempuan sempurna seperti wanita lain, selain itu sikap arif pun yang sering membuat desi merasa kesal.
Beberapa waktu lamanya. Desi dan arif pun masih sering berkomunikasi. Nada getar pun datang dari hp desi.
Arif         : PING!!!
Desi       : “liat pemberitahuan” *ternyata arif* kemudian setelah beberapa menit lamanya Desi pun
membalas pesan Arif “iya rif”
Arif         : gpp des, lu lagi apa?
Desi       : lagi denger lagu aja kok rif, lu sendiri?
Arif         : gue lagi dirumah temen des.
Desi       : yaudah lu main dulu aja.
Arif         : gpp des tenang aja, oh ya btw lo nggak main? Ini kan malem minggu
Desi       : nggak rif gue dirumah aja.

Percakapan mereka pun hingga larut malam. Dan desi pun terkejut pada saat Arif mengatakan sesuatu.

Arif         : Des? Gue boleh ngomong sesuatu ga?
Desi       : iya ngomong aja.
Arif         : tapi gue malu des, terus gimana?
Desi       : lah gimana kan lu yang mau ngomong.
Arif         : ya sebenernya sih gue Cuma mau bilang lu mau ngga balik lagi seperti dulu sama gue?
Desi       : nggak gue nggak bisa rif.
Arif         : kenapa des? L apa emang udah nggak ada rasa sayang buat gue lagi? Apa emang sayang lu
udah bukan buat gue lagi? L
Desi       : bukan gitu rif, Cuma gue gamau aja. Kemarin lo kemana aja? Gue mutusin tiba-tiba lo nggak
ada kabar gitu aja. Gue Cuma gamau kejadian pada saat itu terulang.

Tiba-tiba desi pun berfikir kalau memang arif mencintaiku pasti dia rela untuk menungguku. Desi pun langsung berbicara pada arif

Desi       : gue kasih lo kesempatan asal lo mau nungguin gue sampe lulus.
Arif         : iya des gue janji gue bakal nungguin lo sampe lulus.
Desi       : yaudah kita liat aja kedepannya, gue ga perlu omongan kosong gue Cuma pengen bukti aja dari
lo gimana caranya lo bisa buktiin semua omongan lo itu dimasa yang akan datang.

Desi       : dan gue gamau sama lu kalo lu gamau berubah, berubah untuk menjadi orang yang lebih baik
lagi, baik dalam bentuk sikap ataupun akhlak. Baik bukan hanya didepan gue aja tapi di depan orang tua lo juga. Baik dalam arti tidak membantah perkataan orang tua.
Arif         : iya gue bakal buktiin ini semua sama lo des, tapi gue perlu waktu.
Desi       : kalo emang lo ga bisa berubah, gue Cuma berpesan bahwa gue gabisa sama lo lagi. Gimana?
Setuju kah?
Arif         : yailah des lo gitu amat sama gue, gue kan sayang sama lo.
Desi       : jangan Cuma ngomong, buktiin dulu kali tuh omongan.
Arif         : IYA GUE JANJI!!!

Malam minggu pun datang. Desi mendengar berita bahwa Arif tidak pulang kerumahnya. Desi pun kesal dan berbicara “yaallah baru saja kemarin ia berkata bahwa dia berjanji akan menjadi orang yang lebih baik lagi. Tapi baru beberapa hari saja omonganku sudah tidak didengar lagi bagaikan tertiup angin yang pergi jauh entah kemana. Sabarkan selalu hati hamba dalam menghadapi orang seperti ini”. Tak lama kemudian desi pun mencari hpnya dan langsung menghubungi Arif.

Desi       : “mencari kontak arif” RIF BARU KEMARIN LO JANJI SAMA GUE TAPI LO UDAH NGINGKARIN
JANJI LO SAMA GUE! BULLSHIT!
Arif         : gue bosen des kalo setiap hari harus diem dirumah.
Desi       : Tapi janji lo kemarin apa sama gue!!!
Arif         : iya gue janji sama lo, dan gue kan bilang gue akan berubah nanti bukan sekarang.
Desi       : yaudah terserah lo aja.
Arif         : yah des gitu aja marah
Desi       : apa lo bilang? Gitu aja marah? Coba lo pikir sama aja lo itu udah bohongin gue!
Arif         : iya gue tau gue bohong, tapi yang penting gue udah janji sama lo untuk berubah. Apa itu masih
kurang?
Desi       : tau lah gue mau tidur, jangan ganggu gue!

Kesalahan arif pun datang pada setiap malam minggu, dan kesabaran desi pun  tidak ada batasnya untuk selalu bersabar kepada sikap arif yang begitu menjengkelkan. Tapi 2 tahun lamanya Arif pun sadar dan ingin berubah, untuk itulah peran desi sangat penting untuk menjadikan arif lebih baik dari sebelumnya. Tidak lama kemudian arif sudah berubah, tetapi mereka sudah jarang berkomunikasi lagi seperti dulu. Arif pun mencari tahu tentang desi. Arif berusaha menghubungi desi.

Arif         : des?
Desi       : iya?
Arif         : apa bener ini desi?
Desi       : iya ini arif kan?
Arif         : iya.
Desi       : gimana rif sama keadaan lo sekarang makin ancur atau sudah berubah? *mengejeknya*
Arif         : gue udah berubah des, ini semua berkat lo.
Desi       : bisa aja lo rif. Ini semua karna kemauan dirilo makanya lo bisa berubah seperti ini.
Arif         : oh ya des, dari dulu ada yang ngga bisa ilang dari hati gue.
Desi       : oh ya? Apa itu rif?
Arif         : perasaan gue sama lu des masih sama kaya dulu.
Desi       : oh gue kira apa. Hehe
Arif         : Cuma itu des?
Desi       : terus apa lagi dong?
Arif         : gue Cuma mau menagih janji lo dulu, kalo gue udah berubah lo tetep terus sama gue kan? Nah
sekarang gue udah berubah gue mau nagih janji sama lo. Apa lo bisa sama gue terus?
Desi       : tugas gue disini udah selesai rif, gue berusaha sekeras mungkin untuk nggerubah lo supaya
cewe lain diluar sana suka sama lo bukan karena ketampanan lo tapi karena sikap lo yang baik.
Arif         : tapi gue berubah karena lo des!!!
Desi       : tapi gue gabisa rif!!!
Arif         : terus apa gunanya gue berubah selama ini kalo lo gabisa disamping gue? Lebih baik gue jadi
orang yang bandel dan nakal supaya bisa lo sama gue lagi tanpa harus ada rasa capek untuk ngebilangin gue ataupun marahin gue.
Desi       : jangan sedih, jikalau memang kita ditakdirkan bersama pasti kita ditakdirkan bersatu. Tenang
jodoh yang sudah diatur oleh allah tidak akan pernah tertukar.
Arif         : gue akan tetep nunggu lo terus! Gue janji.

TUNGGU CERITA SELANJUTNYA